Arsip | Puisi RSS feed for this section

TANGIS BUKAN BAGIANKU

11 Mar

menangis itu bukan bagianku, tapi kadang aku menginginkan dia datang biar sakit ini bisa sedikit ditepiskannya. tapi air mata telah angkuh untuk mengisi ruang kosong di katub mata ini yang belingsatan. apa karena sumpah yang pernah kulontarkan untuk tak akan pernah menangis lagi, hingga sekarang air mata pada tangis enggan menyapa lara yang merasukku pada malam.

dan sekarang lelah letihku meraung tanpa basah, aku butuh air itu sekarang; biar tiada yang tertahan lagi. bukankah langit berpendar jingga masih ada hujan meski kadang aku bosan untuk menjadi gerimis diluar. pada pagi dan senjaku yang menjelang malam aku kian ditelanjangi pada bias perih yang merintih. meringkik sakit dan laskar jangkrik yang berderik tiada menghalau sepi yang menopang jiwa rintih ini.

Baca lebih lanjut

Iklan

Kesendirianku

11 Mar

Malam dan detak jam menjadi teman diamku malam ini, meski dari tadi aku juga tahu ada seekor cicak yang asik mengintip dari celah ventilasi berserabut sarang laba – laba. Hanya diam dan menghitung kepekatan malam dalam hatiku, ada yang mengganjal dari 2 jam lalu selama aku melekatkan pantatku di kursi setengah basah ini. Entah, apa aku masih bisa menikmati kesendirianku malam ini atau harus memecah sunyi dengan berbincang kering bersama detak jam. Barusan ada yang terlintas tapi masih saja samar, ada yang sakit tapi aku lupa letaknya dimana, aku lupa dimana aku menaruh senyumku kemarin pagi.

Hem…kesendirian memang lebih nikmat dari sebuah ciuman mesra seorang kekasih, hem.. kesendirian memang lebih asik dari sebuah obrolan bersama kerabat dekat, hem..kesendirian memang lebih sepi dari bentangan gelap malam ini.
Baca lebih lanjut