BISIKAN MALAM

2 Feb

Cerpen ini ditulis Oleh Lingga, Juara Ketiga (3) Lomba Menulis Cerpen Tingakat SLTA Se – Kab. Berau 2010

Aku terlelap dikeheningan malam dalam sebuah kamar yang tak begitu luas, hembusan angin begitu terasa sangat kencang membuat ku tak berdaya bibir membisu dan bulu kuduk ku merinding. Tak pernah aku merasakan malam yang begitu mendebarkan, hembusan angin yang begitu kencang membuat korden jendelaku berterbangan jantungku berdetak kencang semakin membuatku takut, lalu kututupi diriku dengan selimut dan tak ku hiraukan semilir angin yang berhembus seakan membisikan sesuatu ditelingaku, lalu akupun terlelap hingga sang fajar datang menyapa.

Malam pun berganti pagi, aku bangun dan bergegas hendak pergi kesekolah, dan selalu tak lupa untuk pamit dengan kedua orang tuaku. Hari-hari aku jalani tanpa ada beban yang aku pikul, namun semenjak kejadian malam itu membuat ku tak tenang aku tak seperti biasanya, aku pun termenung dan termenung memikirkan kejadian tersebut. Setiba disekolah aku ceritakan semua kejadian yang aku alami kepada kedua sahabatku.

“Sani, tadi malam apakah kamu tidak merasakan kencangnya angin yang berhembus, seraya ingin merobohkan yang ada disekitarnya.”
“kamu ini aneh-aneh aja jingga tadi malam itu ga’ ada angin, justru malam itu terasa sangat panas.”
“ Iya san benar itu aneh-aneh aja si jingga, justru malam itu terasa sangat panas apakah karena menipis nya lapisan ozon, sehingga terasa sangat panas, ujar eka.”
“Benar sani dan eka aku ga’ bohong kalau malam itu sangat dingin disertai angin yang begitu kencang membuat bulu kuduk ku merinding tahu !!!.”
“Udah-udah kamu makin ngaco aja jingga, ujar sani.”
“Bener itu san mendingan kita masuk kelas, entar lagi bel masukan berbunyi, ujar eka.”

###

Setibanya dirumah aku tanyakan kepada orang tua ku dan mereka tidak merasakan apa yang aku alami dengan adanya hembusan angin yang begitu kencang dan jawaban mereka sama dengan kedua sahabatku, bahwa cuacanya malam itu terasa panas. Akhirnya, kejadian ini membuatku bingung, dan terus aku pikirkan bahwa malam itu tak seperti biasanya, angin yang kencang itu bukan angin sembarangan dan anehnya hanya aku yang merasakan kejadian tersebut dan aku berpikir apa yang akan terjadi selanjutnya.

Malam semakin larut jiwaku terdiam dan jantungku berdetak kencang apabila aku teringat kejadian yang lalu, malam itu aku benar-benar tak tenang akupun terus menunggu kejadian apa yang akan terjadi malam ini. Namun, aku tertidur mata ku tak dapat terbuka dengan nyenyaknya aku terlelap dikeheningan malam seolah tak terjadi apa-apa.

###
Hari minggu, hari yang aku tunggu-tunggu. Kedua sahabatku datang kerumah seperti biasa kami selalu membuat acara entah itu masak-masak ataupun kegiatan yang membuat kami senang dengan kebersamaan selama ini.
Malam pun segera tiba, akupun menyuruh kedua sahabatku untuk menginap sementara dirumahku, dan menemaniku untuk malam ini karena kedua orang tuaku tak berada dirumah mereka sibuk dengan pekerjaannya. Sesekali pun aku harus merasakan hidup sendiri karena mereka kadang harus keluar kota untuk beberapa hari, meskipun ada bibi dirumah aku tetap merasa kesepian, dan untungnya aku punya sahabat yang selalu menemaniku, seperti biasa aku harus membantu sani untuk minta ijin dengan kedua orang tuanya sedangkan si eka kedua orang tuanya mengerti tentang keadaanku dan selalu dijinkan untuk menginap dirumahku.

“Gimana san dibolehkan kah !!!”
“Alhamdulillah, dibolehkan, jawab sani.”
“Ya udah kalau gitu, terimakasih ya friend’s atas kesediaan kalian untuk menemaniku”
“Begitulah jingga persahabatan kan harus saling menemani saat suka ataupun duka,
ujar sani.”
“Betul. . betul . . .betul . . .,sahud eka.”
“Kalian memang best friend’s ku yang baik-baik.”

###
Ketika malam semakin larut sani dan eka sudah tertidur pulas disampingku dan aku tetap tak bisa tidur setiap aku memejamkan mata selalu gelisah dan akhirnya akupun dapat tertidur. Ketika jam 3 malam aku terbangun oleh hembusan angin yang begitu kencang dan kejadian ini terulang lagi namun aku melihat sosok kakek berjubah putih dan sangat bercahaya didekat jendela dan berbisik kepadaku dengan ucapan lailaha illallahu muhammadur rasulullah spontan aku kaget dan aku ambil selimut dan kututupi mukaku dengan selimut, ketika aku melihat lagi kakek itu dia tak ada entah pergi kemana, lalu aku pun tak sadar diri.
Paginya, teman-teman ku bangun dan melihat keadaanku seperti orang ketakutan dengan badan yang menggigil dan terasa panas dingin.

“Kamu kenapa jingga, badan kamu panas sekali, ujar sani.”
“Benar san badannya panas dingin, kita harus beritahu orang tuanya, ujar eka.”

Sani pun menelpon kedua orangtua jingga, lalu kedua orang tuanya menyuruh bibinya untuk membawa jingga kerumah sakit. Lalu jingga pun dibawah kerumah sakit. Setibanya dirumah sakit jingga diperiksa. Lalu keadaannya pun mulai membaik setelah dirawat beberapa hari dirumah sakit, dan kedua orang tua jingga pun datang dengan rasa menyesal dan sedih. Dengan kehadiran orang tuanya, jingga merasa sangat senang dan keadaannya mulai membaik. Dan jingga pun dibawah kembali kerumah dan kejadian ini membuat kedua orang tuanya untuk lebih memperhatikan jingga karena dia anak satu-satunya.
###
Tiba disekolah jingga merasa senang keadaannya sudah membaik.

“Bagaiman jingga keadaanmu, ujar eka.”
“Keadaan ku sudah membaik.’’
“Syukurlah kalu gituh, ujar sani.”
“Namun san, jiwaku masih saja tak tenang karena aku masih memikirkan kejadian malam itu yang begitu aneh dengan sosok kakek tersebut.”
“sosok kakek maksudnya, ujar eka !!!”

Aku pun menceritakan semuanya. Lalu sani mengajakku ketempat kakeknya yang kebetulan seorang kiai terkenal ditempatnya, lalu aku pun menyetujuinya.
###
Setibanya dirumah sani, akupun bertemu dengan kakeknya. Akupun menceritakan semua kejadian yang aku alami kepada kakek sani. Lalu aku mendapat penjelasan yang membuat diriku legah dan jiwaku terasa tenang. Kakek memberitahuku bahwa kejadian yang aku alami hanya sebuah halusinasi akibat ketakutan yang ada pada diriku ditambah dengan keimanan yang begitu lemah kepada allah swt. Dan tentang sosok kakek itu adalah bisa jadi seorang malaikat yang menyamar sebagai kakek yang diutus oleh allah swt untuk mengingatkanku agar aku kembali kepadanya bahwasanya hanya allah yang patut disembah dan hanya kepadanyalah kita minta pertolongan sesuai firman allah swt ( Q.S Al-baqarah : 21) yang berbunyi :
“Hai manusia, sembahlah tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa.”
Maksud hubungan surrah ini dengan kejadian yang aku alami bahwasanya jangan pernah takut kepada siapapun kecuali allah swt yang maha pencipta langit dan bumi serta seluruh makhluknya. Dan selalu terus mencari hidayah yang sesungguhnya bahwa teguran yang aku alami hanyalah sebuah hidayah kecil (kata kakek) dan aku ingin terus mencari hidayah yang sesungguhnya dengan cara berimtak ( beriman dan bertaqwa ) kepada allah swt.

“Terimakasih kakek atas penjelasannya.”
“ Iya nak kakek hanya memberitamu apa yang kakek tahu dan selalu ingat kepada allah swt baik itu susah sedih ataupun senang dan kembalilah kepada ajarannya dengan menjalankan syariatnya sesuai alqur’an dan sunnah dalam menegakkan amar ma’ruf dan nahi mungkar dengan begitu hidupmu akn tenang.”
“ Insyaallah kakek saya akan menjadi anak yang berguna untuk agama, kedua orang tua, serta teman-teman dan masyarakat. Assalamulaikum Wr.Wb.”
“walaikumsalam Wr.Wb.”
###
Hari semakin cepat berlalu, aku pun mulai melupakan kejadian tersebut dan mengambil hikmahnya dengan mulai mendekatkan diri kepada allah swt. Dan aku menyadari bahwa diriku selama ini telah jauh dari allah swt. Dan aku mulai dengan merubah diriku dengan menutup aurat yang selama ini telah aku umbar-umbar, sedikit demi sedikit aku mulai menjalankan shalat lima waktu dan menjalankan ibadah wajib yang lainnya, setelah itu menjalankan sunnah rasulullah ibadah itu aku jalani dengan penuh mengharap ridho allah swt dan berharap mendapatkan ampunan darinya atas kesalahan yang pernah aku perbuat. Dan kini akupun mulai aktif dengan pengajian-pengajian untuk menegakkan amar ma’ruf dan nahi mungkar untuk agamaku ( agama islam) yang aku banggakan dan ingin kubawa mati hingga akhir hayatku.
Perubahan kecil yang aku alami membuat kedua orang tuaku bangga dan mulai kami bersama-sama kembali kepada allah swt dengan shalat berjamaah yang sebelumnya belum pernah aku lakukan dalam keluarga kecil ini, aku terharu dan senang atas sebuah kejadian yang menurut ku aneh tapi membawa perubahan yang luarbiasa bagi kehidupanku didunia mapun diakhirat kelak. Begitu pun dengan sahabatku yang terikut dampaknya yang positif mereka mulai menutup aurat bukan karena taqlid (ikut-ikutan) namun karena keyakinan atas agama islam yang mereka perdalami baik melalui buku ataupun pengajian-pengajian yang ada, kami bertiga menjadi semakin dekat dalam mempertahankan ukhuwah islamiyah dan menjadi muslimah sejati yang selalu menegakkan ajaran-ajaran islam dalam kehidupan untuk memperoleh kebahagiaan dikehidupan yang sesungguhnya yaitu akhirat yang kekal. Amien ya robbal a’lamin, “ALLAH HU AKBAR . . . .ALLAH HU AKBAR . . . . ALLAH HU AKBAR . . . . . . . .”

Biodata Lengkap Penulis:
Nama : lingga fani amanah
Ttl : surabaya, 6 oktober 1993
Alamat : jl. Mulawarman Gg. Rumbia tanjung redeb
Sma : muhammadiyah
Alamat sekolah : jl. Jendral sudirman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: