Hump..Story of Love

9 Jan

Cerpen ini ditulis oleh peserta lomba menulis cerpen tingkat SLTA Se- Kabupaten Berau 2010

“Ran….di….”teriak Silmi.
Yah…itulah Randi orang terjahil,tercerewet,terember and soon….about Randi, siapa sih yang nggak mengenal Randi si tukang ngupil,tukang langgar tatib, tukang telat, tukang siomay(oopss…hhaaahhaa…)and soon…, makhluk teraneh yang pernah dimiliki SMA Tunlur(Tunas Luhur).

Tapi ada yang aneh dengan Randi hari ini si songong itu berubah menjadi orang super_duper diam(aaawww….tidak…,what happen..???) dengar-dengar sih si songong itu lagi terserang VMJ(Virus Merah Jambu gitu…).
Awal cerita begini. Ba’da dia ngusilin Amir, anak paling cupu punya tapi have a brain yang brilliant abiieess… . baru kali ini dia ngeliat bidadari cantik di Tunlur ini.

“Perasaan gue gag pernah nemuin ‘cewek sejuk’ itu di Tunlur.”batin Randi. Setelah menatap ‘cewek sejuk’ itu kontan saja rencana hati ini mengerjai anak-anak langsung buyar.
“Hei…gadis,nama kamu siapa.”cerocos Randi,
“Kamu anak baru ya? Kok baru kelihatan.”
“Kok diam sih,bisu yah.” Ups!!Randi jadi gugup takutnya tuh ‘cewek sejuk’ tersinggung,ternyata….apa yang terjadi….
“ . ”balas ‘cewek sejuk’ itu,dia hanya tersenyum…dan berlalu pergi.

“Biasanya tuh ‘cewek sejuk’ suka lewat sini kalau istirahat.”batin Randi smabil duduk di taman.
Benar saja tebakan Randi belum lima menit dan sebelum tubuhnya benar-benar terhempas di kursi taman ia langsung beranjak berdiri untuk menyusul ‘cewek sejuk’.
“Assalamualaikum gadis.”kali ini lebih sopan.
“Wa’alaikum salam warohmatullah.”jawab ‘cewek sejuk’anggun,masih tetap dengan wajah menunduk.
“Nama kamu siapa?”
“Syakila.”jawab Syakila singkat sambil berlalu pergi.

“Hmm…mmm..,Syakila…nama yang indah,hari ini ada kemajuan,gue dapat namanya besok gue mau antar dia pulang ah…biartau rumahnya.”batin Randi sambil berjalan menuju kelas dengan penuh senyuman.

“Ran…lo mau kemana?”teriak Jarib sahabat karibnya.
“Mushala.”singkat Randi.
“Hah…mushala???gak salah dengar gue…”heran Jarib sambil berlari mengejar Randi.
“Tap…tap…tap…hooosshhh…Ran…tunggu gue…tap…tap…”
“Sssshhh…brisik banget sih lo…diam tau.”
“lo ngapain di sini.”Tanya Jarib ngos-ngosan.
“Tuh…!”sambil menunjuk ke jamaah putri.
“Hah…h itu kan Syakila,mang ada apa dengan dia?”
“Jadi lo tau siapa dia,kok gue baru tau kalau dia anak Tunlur yah..?”Tanya Randi dengan penuh keterkejutan.
“Dasar songong…!gimana lo mau peduli ma kelas lain,lo aja sibuk ma daftar lo yang mesti lo kerjain,Ren…Ren…lo suka ya ma dia.”Tanya Jarib sambil menahan tawa.
“Iya…..”jawab Randi dengan wajah memerah.
“Lo gak akan bisa dapetin dia kalau lo masih songong gini,dia gak bakalan mau,dia loh ketua rohis putri.”jelas Jarib.
“Jadi gue mesti gimana donk?”pinta Randi.
“Ya…lo harus ngerubah diri lo,lo harus jadi orang yang taat beribadah,tidak sombong,baik hati, dan rajin menabung hhhaaaahhaaa….”tawa Jarib.
“Gue serius neh..”
“Iya serius gue,dia gak bakalan suka sama anak songong kayak lo.”
“Lo bisa sholat gak?”tanya Randi.
“Bisa dong!gini-gini gue juga alim tauk.”
“Pulang sekolah ajarin gue!pokoknya besok gue harus bisa sholat kayak Syakila,pliiss Rib?”
“Iya deh…tapi lo traktir gue bakso seporsi ya..”
“Siip dah…”
Uang tak soal bagi Randi,terang saja Ibu nya pengusaha furniture elite, bukan itu saja Ayahnya punya perusahaan otomotif terkemuka.

FIRST MISSION
“Langkah pertama yang harus lo lakuin sebelum sholat adalah berwudhu,lo liat dan praktekin gue berwudhu yah..”jelas Jarib.
“Hu’um.”jawab Randi dengan semangat.
“Langkah kedua,lo harus tau bacaan-bacaan sholat dan apa yang mesti di baca ketika kita sholat,jadi lo gue bawain buku tata cara sholat,baca dan praktekkan,baca dan praktekkan, lo bakal bisa nantinya. Dah ah….gue mau balik dulu,adik gue dah nunggu tuh,bye…Assalamualaikum.”
Setelah di tinggal pergi Jarib, Randi mulai mempraktekkan tata cara sholat di buku tersebut.
“Allahu Akbar…sami’…sami apaan sih…sami’Allahu liman hamidah….and so on.”
Keesokan harinya di pagi yang cerah,mentari menyambut dengan senyum berseri,bunga-bunga merekah menunjukkan keanggunannya.
“Rib,gue udah bisa sholat tauk!,apa langkah selanjutnya.”tanya Randi dengan kegirangan.
“Serius lo…?ajib banget dah..oke langkah selanjutnya gue mau jelasin sesuatu”
“Apaan gue penasaran nih.”sahut Randi dengan antusias.
“Lo harus ingat sholat itu kewajiban kita sebagai muslim jadi sholat laah karena Allah,tolong ya dengerin gue. Gue gak bermaksud untuk nyeramahin lo tapi yang harus lo perbaiki saat ini adalah niat lo. Lakukanlah sesuatu karena Allah jangan karena Syakila pliiiss…klo lo lakuin sesuatu karena Allah lo akan nemuin kebahagiaan yang luar biasa gak ada tandingnya di banding besarnya rasa cinta lo ke Syakila,okeh…bisa gak..?”
“Bisa..bisa..Insya.”sahut Randi semangat.
“Insya Allah songong!”sambung Jarib lalu tertawa.
“haaa..hahhaa…”sambung Randi.
“Okeh sekarang gue mau jelasin,sholat itu ada 5 waktu…bla…bla…”jelas Jarib panjang lebar.
“Iya gue ngerti,sekarang kita ke mushala yuk!gue mau sholat dhuha neh…sekalian curi pandang ma Syakila.”ajak Randi.
“Huh..!dasar okeh lah..”

SECOND MISSION
“Okeh kita ke tahap selanjutnya. Lo harus nundukin pandangan ketika bertemu dengan cewek, lo harus jaga jarak dengan cewek,lo gag boleh songong kayak dulu,pokoknya lo harus jaga jarak ma cewek,paham kagak lo?”
“Hu’um!tapi kalau sama lo gue mesti gimana?”
“Begitu pula sebaiknya lo mesti akrab sama cowok. Misalnya kalau lo ketemu ikhwan lain mesti ucapin salam terus salam semut gitu.”
“Biar terjadi silahturahmi gitu ya. Tapi kalau gue di bilangin sombong sama cewek gimana?”
“Yup tepat sekali. Kalau lo di bilangin sombong ma cewek sih bodo amat, yang penting Syakila gak gitu kan hhaaahahhaaa….”
“He…hee..iya..yah…Syakila…Syakila…lo membuat gue gila.”
“Ye…bukan Syakila kale yang buat lo gila tapi cinta lo tuh yang bikin lo gelap mata, untung aja lo ceita ma gue kalau gak mungkin lo udah ngelakuin apa aja demi Syakila.”
“Iya deh…”akhirnya Randi nyerah dan menutup percakapan.

END MISSION
“Rib,Jazakumullah khoiron katsiran. Lo udah mengarahkan gue ke jalan yang benar, kalau gak ada lo mungkin gue gak mengenal Islam.”ujar Randi.
“Waiyaki sobat. Lo berubah bukan karena gue tapi karena hidayah dari Allah,gue Cuma sebagai perantara.”
“Temenin gue nemuin Syakila donk.”
“Mau ngapain lo?”tanya Jarib.
“Gue mau minta maaf atas ketololan gue. Gue sadar sekarang cinta itu gak harus memiliki,cinta yang indah adalah setelah pernikahan. Gue Cuma bisa bilang saying karena Allah dengan sesame jenis aja yah..kalau sama cewek nanti takutnya terjadi fitnah ya gak boss.”
“Yup!tepat sekali luv u coz Allah.”

“Dicintai…mencintai…fitrah manusia.
Setiap insan di dunia akan merasakannya.
Indah ceria, kadang merana.
Itulah rasa cinta.
………………..
Cinta pada Allah.
Cinta yang hakiki.
Cinta pada Allah.
Cinta yang sejati.
Bersihkan diri,
gapailah cinta, cinta Illahi”
by: The Fikr (nasyid)

Biodata Penulis :

Nama : Khotimah Mulya Sari
Tempat,tanggal lahir : Berau,09-N0pember-1993
Sekolah asal : MAN 1 Tg.Redeb


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: