JANJI BERDARAH

8 Jan

Cerpen ini ditulis oleh peserta lomba menulis cerpen tingkat SLTA Se – Kab. Berau 2010

Cerita lama tentang sebuah kasih sayang dan berujung air mata. Suatu ketika,dengan suasana hati yang resah dan cemas,duduklah seorang gadis yang sedang menanti kedatangan sang penyelamat hidupnya,karena kenakalannya disekolah,ia tidak diizinkan ayahnya untuk pergi menjalankan tugas yang sudah memang menjadi tanggung jawabnya,gadis itu bernama Rhamiekha.
Detik,menit,dan jam pun berlalu keresahan semakin tampak di wajah gadis itu,tiba-tiba terdengar suara langkah kaki seseorang yang berjalan menuju pintu rumah gadis itu,dan tak disangka ternyata yang datang adalah guru dari Rhamieka,beliau berniat datang untuk memintakan izin Rhamieka agar dapat keluar rumah untuk suatu tugas yang memanng telah diberikan kepadanya.
Waktu demi waktu pun berlalu,percakapan antara guru dan ayah Rhamieka ,tiba-tiba terdengar ‘’Baiklah kalau begitu,saya ijinkan Rhamieka pergi tetapi dengan syarat,segala yang berhubungan dengan Rhamieka diluar rumah anda yang bertanggung jawab’’ujar ayah Rhamieka pada guru itu.dan sang guru pun berjanji akan selalu menjaga Rhamieka selama di luar rumah. Berkat kebaikan sang guru, Rhamieka akhirnya beranjak dan segera menunaikan tugasnya.
Sejak itulah Rhamieka dan sang guru terlihat semakin akrab ditengah kesibukan yang mereka jalani,kasih sayang layaknya seorang ayah dan anak terpancar di antara merekasampai disuatu hari ayah kandung Rhamieka mendapat musibah,hal itu sangat membuat Rhamieka sedih,tiba-tiba sang guru datang ditengah-tengah kesedihan Rhamieka ‘’Setiap air mata haruslah menjadi cambuk untuk masa depanmu,tetaplah menjadi ‘’Wanita baja’’…anakku..’’ujar sang guru. Betapa terharunya Rhamieka pada saat itu,dan pada saat itu juga Rhamieka berjanji bahwa setiap masalah yang menimpanya akan tetap dihadapi dengan kesabaran dan tetap kuat meski tanpa ayahnya.
Namun beberapa bulan berjalan. bagai petir yang menyambar,dalam kesendirian Rhamieka menangis karna menyaksikan sang guru yang telah dianggap sebagai ayahnya sendiri, kini telah berubah dan semakin menjauh,perhatian demi perhatian yang dulu sempat dirasakan oleh Rhamieka kini hanya layaknya selembar kertas buram,semua perhatian itu kini pudar dan akhirnya mejadi pertanyaan besar untuk seorang Rhamieka.
Tak sanggup melihat perubahan itu Rhamieka memberanikan diri untuk bertanya langsung kepada sang guru’’Ayah…,kenapa semua kasih sayang yang pernah ayah berikan sudah tak tampak lagi dimataku,,???? kenapa ayah semakin terasa jauh dariku……????’’ tanya rhamieka…..’’ kamu salah besar anakku,ayah sama sekali tidak berubah,terus terang ayah adalah orang yang paling dilematis saat ini,karna dari berbagai pihak ayah harus dihadapkan dengan pertanyaan-pertanyaan besar yang membuat ayah semakin merasa terpuruk,ayah menyadari akhir-akhir ini ayah sangat berubah tetapi jangan jadikan perubahan sikap ayah sebagai ukuran dari kasih sayang ayah untuk kamu,karna kasihh sayang ayah tidak bisa dibatasi dengan apapun terhadapmu.’’ Jawab sang guru. Mendengar penjelasan itu,sang gadis merasa sangat terharu dan menyesal mengapa harus bertanya seperti itu kepada sang guru yang ternyata sangat menyayanginya.
Selang waktu 2-3 hari sikap gadis itu,semakin berubah ia semakin menjauh dari sang guru hal itu karena begitu banyak masalah yang dihadapi oleh gadis itu,sehingga membuat ia tak mampu berpikir jernih berbagai sikap dan sifat yang ia lakukan selalu menyakiti hati sang guru dan itu diluar kesadarannya, ia hanya terbawa, karna memang masalah yang dihadapinya begitu berat,namun walaupun itu terjadi,Rhamieka tetap sangat menyayangi sang ayah, setelah beberapa hari Rhamieka hanya mencoba meminta maaf untuk semua kesalahan yang ia lakukan pada ayahnya….namun sayangnya sang ayah terlanjur kecewa,sehingga setiap kata ataupun perhatian yang Rhamieka berikan hanya menjadi angin untuk sang ayah namun walaupun ia tidak di perdulikan lagi, Rhamieka tetap memberikan kasih sayang itu pada sang AYAH, beberapa bulan yang lewat Rhamieka sangat terluka dengan keadaan yang dihadapkan kepadanya,tak di sangka begitu pendek pemikiran gadis itu,dia nekad mengiris nadinya sendiri tanpa satupun yang mengetahuinya,derasnya darah yang mengalir dari tangan gadis itu,seakan-akan menandakan kebebasan Rhamieka dari semua keluhnya dan akhirnya gadis itu pergi meninggalkan semua kenangan buruknya,tanpa berbekal kasih sayang seorang ayah, yang ada hanya air mata…air mata..dan air mata. Dan kini Rhamieka hanyalah kenangan untuk semua orang yang menyayangi dan merindukannya.

Biodata Penulis
Nama : Husniati Sira
Tempat/tanggal lahir : Tawau, 22 Februari 1993
Alamat : Jln. Kamar Bola, Teluk Bayur
Asal sekolah : SMA Negeri 2 Berau


Satu Tanggapan to “JANJI BERDARAH”

  1. tasya April 26, 2012 pada 12:19 pm #

    keren,,,,,euy…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: