Konsentrasi (Catatan Kaki)

30 Sep


Seorang Aktor baik adalah aktor yang bisa memanfaatkan daya konsentrasi mereka. Konsentrasi menurut penulis sendiri adalah tingkatan pertama dalam tahap pelajaran dasar – dasar bermain di atas panggung / dasar – dasar teater. Seseorang yang akan memainkan sebuah peran dalam sebuah naskah pementasan, tentu sangat memerlukan tingkat konsentrasi yang baik agar mampu memainkan peran / karakter yang ada dalam sebuah naskah. Seorang aktor ialah seorang yang mengorbankan diri. Ia harus menghilangkan dirinya untuk menjadi orang lain, ialah perannya – misalnya menjadi Psikopat. Untuk melupakan dirinya dan menjadi orang lain itu, pertama-tama ia harus mempunyai konsentrasi yang kuat. Dalam konsentrasinya ia harus bisa menundukkan panca-inderanya, urat-urat dan seluruh anggota badannya untuk berubah menjadi panca-indera, urat-urat, dan anggota badan seorang psikopat.

Dengan pembentukan konsentrasi yang baik dari seorang aktor, dapat memudahkan aktor itu sendiri dalam membedah sebuah karakter dalam sebuah naskah pementasan, Bahkan suara harus bisa diperintahkan untuk berubah. Maka harus selalu dijaga agar panca-indera, suara serta segenap urat-urat tubuhnya selalu terjaga dan terlatih. Untuk itu aktor akan lebih baik lagi jika diselingi berlatih senam, tari, menyanyi, deklamasi, diksi, membaca dengan suara keras, pantomim dan
lain-lain.

Selanjutnya dalam konsentrasi seorang aktor harus selalu memerintahkan pikiran dan intelegesinya sendiri, sehingga dapat mengubahnya untuk peran apa saja yang sedang ia pegang. Artinya: kalau perlu ia harus bisa menjadi bodoh seperti
seorang kuli (bukan berarti semua kuli bodoh) menjadi kacau seperti orang gila (bukan berarti semua orang gila kacau), tetapi harus pula menjadi pintar seperti seorang sarjana (Bukan berarti semua sarjana pintar) dan bijaksana seperti seorang raja (Bukan berarti semua raja bijaksana).

Oleh karenanya, seorang aktor yang sejati dan bermutu tinggi harus punya inteligensi yang tinggi pula. Ia harus mendidik pikirannya dengan filsafat, pendidikan kebudayaan, ilmu jiwa, politik, sejarah, bahasa, kesusastraan, dan segala macam cabang ilmu lainnya, termasuk pula pengetahuan tentang etika dan adat istiadat berbagai bangsa. Yang paling berat ialah bahwa dalam konsentrasi seorang aktor harus bisa menundukkan dan memerintahkan sukmanya sendiri.

Seorang aktor harus bisa mengubah sukmanya menjadi sukma peran apa saja yang sedang dipegangnya. Apabila ia bermain sebagai raja, tidaklah cukup apabila ia berjalan gagah , duduk tegak di singgasana, dan kepalanya memakai
mahkota, karena itu hanyalah permainan lahir belaka. Tetapi ia harus mencurahkan permainan dalam, permainan yang lahir dari sukma.ini berarti ia harus bisa mengubah sukmanya menjadi sukma raja.Dan apabila ia memerankan peran Psikopat sukmanya harus berubah menjadi sukma Psikopat.

Sebab itu seorang aktor harus mempunyai keahlian menumbuhkan kepercayaan pada pengkhayalan. Maka ia harus melatih penumbuhan pengkhayalan itu sendiri, penumbuhan kreativitas, penumbuhan keberanian, penumbuhan kekuatan kemauan,
penumbuhan pada humor dan tragedy.Untuk seorang aktor harus mempunyai pribadi yang kuat supaya sukmanya sendiri tidak menjadi rusak karena latihan-latihannya.

Demikian beberapa catatan kecil mengenai pentingnya konsentrasi bagi seorang aktor

Hanya Informasi : Teater Bumi sendiri memiliki aktor – aktor yang sudah dapat dikatakan baik. Terbukti bahwa Sebagian dari mereka pernah mendapatkan penghargaan sebagai pemenang AKTOR TERBAIK NASIONAL pada Ajang Festival Teater Mahasiswa Nasional.

Benyamin Sira – Aktor Terbaik Pada Festival Teater Mahasiswa Nasional Di Yogyakarta

Satu Tanggapan to “Konsentrasi (Catatan Kaki)”

  1. Alid Abdul Oktober 6, 2010 pada 12:29 am #

    woooowww jadi kangen dulu pernah ikutan teaterr…. konsentrasi adalah materi yang paling gue benci hehe.. tapi emang pentinggg banget

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: