MEMBUNUH SEPI YANG TERCECER

17 Sep

Kesendirian, kadang tak diundang pun masih sempat menyelinap di balik ketek yang pengap. Melihat sekat malam yang tak kunjung lentur, malam itu dia sandarkan tulang belakang ini pada kursi tua yang ronta, tempat idola ketika harus berdiam sejenak memikirkan imaji, hidup, bahkan sesuatu yang tak bermakna.  Satu demi satu kepingan – kepingan masa lalu kini mulai berkeliaran dalam dingin, hem..kepingan yang seharusnya dia kubur kemarin sore.  Letih memang jika harus kembali pada masa lalu…jika ditanya bagian mana yang akan diperbaiki dari masa lalunya, jawabku pasti; tidak ada..ya memang tak ada yang harus dia betulkan di masa lalu, semua kesalahan yang sudah dia goreskan pun malah membuatnya berterima kasih.
Bocah dekil, lebih memilih bermain dengan lumpur daripada mainan robot yang di pajang dipasaran, bukannya tak punya uang hanya saja memang miskin..hohohoho…sebenarnya ada kemesraan batin yang dia peroleh dari itu. Kadang setiap sunyi malah memberikan jawaban dari setiap pertanyaan konyolnya sendiri. Contohnya, Dia pernah menulis tanya dan memahatnya pada batok kepalanya yang keras, kenapa Tuhan tak menjadikannya Malaikat?, lebih parahnya lagi katanya dia ingin menggugat Tuhan dalam setiap sunyi yang dia temukan tercecer dibalik kursi reotnya, dia punya 1000 pertanyaan untuk Tuhan malam itu..aku bisa melihat kerutan di dahinya, mengartikan bahwa otaknya sedang bersikeras mencari pertanyaan ke seribu untuk Tuhannya. Sinting memang jika harus mengikuti alur fikirnya yang sukar untuk dipahami, karena dia hanya sibuk memikirkan hal yang tak masuk akal saja.

Hemm….Kesendirian kadang malah memancing kita untuk berfikir tak logis, berfikir gila, tak seimbang, tahayul, susah masuk diakal dan paling bentet juga jadi sebutan BODOH (dengan huruf kapital). akhir – akhir ini dia (yang sedang duduk di kursi reot itu) memang sedang bersitegang dengan Tuhan (kata dia), dia merasa Tuhan takut untuk bertemu langsung dengannya..mungkin karena pertanyaan – pertanyaan sintingnya itu belum ada satupun yang dijawab oleh Tuhan, Malah dia sempat mengatakan bahwa “Tuhan Itu Bersembunyi darinya”. Terang saja percakapan terjadi ;

-aku: “ah dasar kau udah gila, mana mungkin Tuhan sembunyi”

_dia: ” percuma kau disekolahkan sama bapakmu tinggi-tinggi, kalau kau tidak setuju Tuhan itu sembunyi. kalau kau tidak setuju, sekarang kau Tunjukkan dimana Tuhan itu!

dengan wajah yang kebingungan dan tegang aku sedikit senewen dengan pertanyaan yang dilontarkannya.

-aku: “kalau begitu apa buktinya Tuhan sembunyi?”

_dia:” nah…dari tadilah kau tanya begitu…Tuhan sembunyi karena jelas dia tidak nampak, kalau tidak nampak kan sembunyi namanya.

-aku: “kenapa Tuhan sembunyi?

-dia:” karena dia takut sama manusia, termasuk aku. aku sudah mengajaknya berdebat berkali – kali tapi tetap saja Tuhan tak datang”

-aku: ” ih kau sudah betul-betul gila,kenapa lagi kau bilang Tuhan takut sama manusia!

-dia:” awalnya dahulu kala Tuhan itu kelihatan, tapi ahirnya Dia sembunyi karena takut sama manusia, mengapa Tuhan takut kelihatan sama manusia? karena Tuhan tidak adil.

dengan muka yang tegang aku membentaknya, kupikir ini sudah kelewat batas, bagaimana mungkin Tuhan yang maha adil malah disebut tak adil ”jangan kau bilang begitu, kualat kau nanti, kalau Tuhan marah sama kau, maka semua keluargamu akan hancur di buatNYA…….

-dia:”tenanglah kau dulu,jangan kau marah, aku akan buktikan kenapa Tuhan sembunyi,coba kau dengar dulu aku. begini, aku buatkan ilustrasi; suatu hari dalam waktu yang bersamaan ada dua orang petani,misalnya kitalah petani itu, kau baru panen padi,tentunya kau minta panas, sedangkan aku mau menanam jagung tentunya aku minta hujan, nah dalam hari yang sama waktu yang sama kita meminta, yang mana yang mau di kabulkan? kalau kau yang dikabulkan…..maka aku akan marah, sementara Tuhan ada di depan mata kita…… tentunya aku akan mengamuk dan pasti aku akan demo sama Tuhan…….nah sama seperti persiden kita yang kelihatan itu,lihatlah kan terus di demo….makanya daripada di demo terus…sembunyilah Tuhan di surga..jadi itu buktinya kenapa kubilang Tuhan itu sembunyi,kau jangan terus marah…..

Hah, aku malah dibuat sinting oleh penjelasannya itu. Aku pikir kita semua punya hubungan khusus dengan Tuhan. Dia malah hanya melempar senyumnya padaku. Yang melihat/ Mengenal Tuhan, pada hakekatnya hanya melihat-Nya melalui wujud yang terhampar di bumi serta yang terbentang di langit. Yang demikian itu adalah penglihatan tidak langsung serta memerlukan pandangan hati yang tajam, akal yang cerdas lagi kalbu yang bersih. Mampukah kita dengan membaca kumpulan syair seorang penyair, atau mendengar gubahan seseorang komposer,dengan melihat lukisan pelukis atau pemahat, mampukah kita melihat hasil karya seni mereka, mengenal mereka tanpa melihat mereka langsung? Memang kita bisa mengenal selayang pandang mereka, bahkan boleh jadi melalui imajinasi. Kita dapat membayangkannya sesuai kemampuan kita membaca karya seni. Namun kita sendiri pada akhirnya akan sadar bahwa gambaran yang dilukiskan oleh imajinasi kita menyangkut para seniman itu, adalah pribadi dan merupakan ekspresi dari perasaan kita sendiri. Demikian juga yang dialami orang lain yang berhubungan dengan para seniman itu, masing – masing memiliki pandangan pribadi yang berbeda dengan yang lain. Kalaupun ada yang sama, maka persamaan itu dalam bentuk gambaran umum menyangkut kekaguman berbagai tingkat. Kalau demikian itu adanya dalam memandang seniman melalui karya-karyanya, maka bagaimana dengan Tuhan, sedang kita adalah setetes dari ciptaan-Nya?”

apapun yang kita bisa nikmati dan rasakan…itu adalah bukti kehadiranNya…
“berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”

Bukankah Tuhan telah memperkenalkan dirinya dengan semua ciptaannya, teman.

*Semoga dia membaca Goresan ini

2 Tanggapan to “MEMBUNUH SEPI YANG TERCECER”

  1. aina_giibau September 23, 2010 pada 4:20 am #

    semoga 1000 jiwa dalam 1 raga itu sepakat untuk terus bertanya dan menjawab…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: