TEATER UNTUK DIGAULI: Berteater Itu Mudah tapi Tidak Gampang

14 Jul


seniman teater
latihannya seumur hidup
tak ada pensiun buat seorang seniman
kecuali, mati.

Seni teater merupakan kesenian kolektif. Proses kreatif pekerja teater bermunculan melalui ide-ide yang diwujudkan menjadi kenyataan teater. Melakukan pementasan teater berangkat dari naskah lakon bukanlah pekerjaan yang sederhana. Hal ini disebabkan teater bukan pekerjaan individual melainkan membutuhkan kerja bersama. Teater sebagai seni kolektif didalamnya terdapat unsur-unsur seni seperti; seni sastra, peran, musik, tari dan seni rupa. Keseluruhan unsur tersebut menjadi kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan ketika menjadi kenyataan teater. Kenyataan teater harus mampu memberikan suasana dalam mengeksplorasikan segala emosi serta menghidupkan spektakel yang sekaligus sebagai gerak batin dari tokoh-tokohnya.
Teater modern sebuah karya kolektif kreatif. Segala jenis pertunjukan yang di tampilkan di depan penonton menjadi penuturan hidup dan kehidupan manusia. Karya adalah ciptaan yang menimbulkan rasa indah bagi yang melihat dan merasakan. Kolektif, bersama-sama atau secara gabungan. Kreatif, mengandung daya cipta; pekerjaan yang harus di dukung oleh kecerdasan. Begitulah teater sesungguhnya jika di pandang secara kolektifitas.
Sebuah kelompok teater, sudah barang tentu memiliki idiologi baik kekaryaan maupun secara kelompok. Di samping itu pekerja teater harus memiliki keyakinan untuk mengimani dirinya. Kesadaran ini harus di bangun secara terus menerus agar terjadi kebaruan bagi proses kreatif kerja teater. Berteater itu mudah untuk mengatakannya tetapi tidak gampang untuk melaksanakan. Ilmu-kemauan-ketrampilan sangat di butuhkan.
Produksi Teater Itu Untuk Di Tonton.
Teater membutuhkan kekompakan tim produksi dan tim artistik. Kemampuan ini menawarkan wilayah komunikasi teater yang di tonton penonton. Komunikasi teater bersifat empiris, meskipun cakupannya sampai wilayah gagasan, konsep, emosional dan prilaku. Pementasan teater akan berkualitas apabila memiliki kematangan identitas. Kematangan identitas akan tercapai tidak hanya lewat transformasi sastra ke atas pentas, atau kualitas artistik dalam mewujudkan realitas teater tetapi yang paling utama, peristiwa pergulatan produksi teater sebagai wahana dalam menghadirkan peristiwa teater.
Kerja teater didalamnya ada sutradara sebagai seniman inovasi, berkelahi pikiran dengan kelompok kerja artistik (pemeran, dan penata artistik). Juga dengan pimpinan produksi dan jajaran non-artistiknya. Kerja teater ini dilakukan secara bersama-sama, biasanya enam bulan bahkan sampai satu tahun. Kerja menafsirkan- pemilihan-penemuan-mempertahankan-menyusun hasil-memperbaiki kesalahan-penghalusan yang berujung ke pertunjukan.

8 Tanggapan to “TEATER UNTUK DIGAULI: Berteater Itu Mudah tapi Tidak Gampang”

  1. arie black Juli 15, 2010 pada 7:52 am #

    aq seneng banget ma teater mas terutama pemainya orang2 yang benar2 hebat seperti sujiwo tejo,butet dan jaduk dan lain2 tak lupa skenarionya putu wijaya ,keren deh pkoknya………..

  2. ai.gii Agustus 16, 2010 pada 4:04 am #

    what do you think bout dramaturgi…
    finding this to make more knowladge… hehehheeee….

  3. joe kancil Juli 16, 2011 pada 9:45 am #

    slam dari seni bojonegoro… teater AWU

  4. rofiqi Maret 7, 2012 pada 12:05 pm #

    Makasih banget atas ilmunya. Salam seni dan budaya.

  5. Yanto athenos April 19, 2014 pada 7:38 am #

    Ok, terima kasih. Saya senang membacanya.

Trackbacks/Pingbacks

  1. ILMU TEATER | aryassp - Februari 24, 2011

    […] Berteater Itu Mudah tapi Tidak Gampang […]

  2. Seni Teater | All In One! - November 24, 2012

    […] Seni teater merupakan kesenian kolektif. Proses kreatif pekerja teater bermunculan melalui ide-ide yang diwujudkan menjadi kenyataan teater. Melakukan pementasan teater berangkat dari naskah lakon bukanlah pekerjaan yang sederhana. Hal ini disebabkan teater bukan pekerjaan individual melainkan membutuhkan kerja bersama. Teater sebagai seni kolektif didalamnya terdapat unsur-unsur seni seperti; seni sastra, peran, musik, tari dan seni rupa. Keseluruhan unsur tersebut menjadi kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan ketika menjadi kenyataan teater. Kenyataan teater harus mampu memberikan suasana dalam mengeksplorasikan segala emosi serta menghidupkan spektakel yang sekaligus sebagai gerak batin dari tokoh-tokohnya. Teater modern sebuah karya kolektif kreatif. Segala jenis pertunjukan yang di tampilkan di depan penonton menjadi penuturan hidup dan kehidupan manusia. Karya adalah ciptaan yang menimbulkan rasa indah bagi yang melihat dan merasakan. Kolektif, bersama-sama atau secara gabungan. Kreatif, mengandung daya cipta; pekerjaan yang harus di dukung oleh kecerdasan. Begitulah teater sesungguhnya jika di pandang secara kolektifitas. Sebuah kelompok teater, sudah barang tentu memiliki idiologi baik kekaryaan maupun secara kelompok. Di samping itu pekerja teater harus memiliki keyakinan untuk mengimani dirinya. Kesadaran ini harus di bangun secara terus menerus agar terjadi kebaruan bagi proses kreatif kerja teater. Berteater itu mudah untuk mengatakannya tetapi tidak gampang untuk melaksanakan. Ilmu-kemauan-ketrampilan sangat di butuhkan. (lagi…) […]

  3. Seni Teater | Everything Art - Januari 5, 2013

    […] Seni teater merupakan kesenian kolektif. Proses kreatif pekerja teater bermunculan melalui ide-ide yang diwujudkan menjadi kenyataan teater. Melakukan pementasan teater berangkat dari naskah lakon bukanlah pekerjaan yang sederhana. Hal ini disebabkan teater bukan pekerjaan individual melainkan membutuhkan kerja bersama. Teater sebagai seni kolektif didalamnya terdapat unsur-unsur seni seperti; seni sastra, peran, musik, tari dan seni rupa. Keseluruhan unsur tersebut menjadi kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan ketika menjadi kenyataan teater. Kenyataan teater harus mampu memberikan suasana dalam mengeksplorasikan segala emosi serta menghidupkan spektakel yang sekaligus sebagai gerak batin dari tokoh-tokohnya. Teater modern sebuah karya kolektif kreatif. Segala jenis pertunjukan yang di tampilkan di depan penonton menjadi penuturan hidup dan kehidupan manusia. Karya adalah ciptaan yang menimbulkan rasa indah bagi yang melihat dan merasakan. Kolektif, bersama-sama atau secara gabungan. Kreatif, mengandung daya cipta; pekerjaan yang harus di dukung oleh kecerdasan. Begitulah teater sesungguhnya jika di pandang secara kolektifitas. Sebuah kelompok teater, sudah barang tentu memiliki idiologi baik kekaryaan maupun secara kelompok. Di samping itu pekerja teater harus memiliki keyakinan untuk mengimani dirinya. Kesadaran ini harus di bangun secara terus menerus agar terjadi kebaruan bagi proses kreatif kerja teater. Berteater itu mudah untuk mengatakannya tetapi tidak gampang untuk melaksanakan. Ilmu-kemauan-ketrampilan sangat di butuhkan. (lagi…) […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: